Lanjong Art Festival

Sebuah festival seni pertunjukan kontemporer yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali di Ladaya kutai kartanegara.

LAF#1 2009

LAF bermula dari agenda rutin di hari jadi Lanjong tiap tanggal 31 Januari dengan menampilkan pagelaran seni. Acara tersebut diselenggarakan dengan mengundang beberapa komunitas seni di seputaran Kaltim untuk turut tampil sebagai kado hadiah ulang tahun bagi Lanjong. Biasanya acara tersebut dihelat di lapangan bulutangkis teras markas Lanjong di Kramajaya.

LAF#2 2011

Dari hasil diskusi internal terkait penyelenggaraan LAF # 1, maka disepakati untuk menjadikan LAF sebagai festival mandiri tidak lagi sebagai ajang perayaan ulang tahun Lanjong. LAF kemudian dimasukkan dalam program tetap dwi tahunan Lanjong. Demi mengantisipasi membludaknya penonton nantinya, maka pelaksanaan berpindah ke gedung bulutangkis Aulia Sport yang

LAF#3 2013

La Teater sebagai perwakilan Kalimantan Timur di ajang Festival Teater Indonesia 2012 di Jakarta menyabet gelar juara umum. Uang pembinaan hadiah yang didapat tersebut kemudian dijadikan modal awal untuk membangun Amphitheater sebagai pemenuhan kebutuhan panggung bagi Lanjong. Tidak saja Amphiteather, kemudian ruang tersebut dijadikan sebagai laboratorium 

LAF#4 2015

Berangkat dari gagasan untuk lebih membangun keterlibatan masyarakat lokal pada peristiwa LAF#4, kali ini masyarakat tak lagi sekedar menjadi penonton pertunjukan, tapi mereka juga ikut aktif terlibat dalam pelbagai kegiatan yang diselenggarakan. Tak sekedar ekshibisi dan workshop seni, LAF edisi kali ini juga akan mengadakan festival permainan tradisional serta pameran kuliner khas Kutai Kartanegara,

LAF#5 2017

“Sana Sini Seni” hadir sebagai tema dari perhelatan Lanjong Art Festival yang ke-5 kalinya. Berlangsung ditanggal 12 – 20 agustus 2017 di Ladaya. Kampong seni menjadi salah satu atmosfer baru yang hadir di perhelatan Laf 2017. Para peserta festival kemudian ditempatkan di satu area kampong seni ini, dimana selama sepekan mereka tinggal disana, saling berbagi, membangun jejaring dan juga berlatih bersama.

LAF#6 2025

Lanjong Art
Festival

Gallery

Scroll to Top

LAF#1 2009

LAF bermula dari agenda rutin di hari jadi Lanjong tiap tanggal 31 Januari dengan menampilkanpagelaran seni. Acara tersebut diselenggarakan dengan mengundang beberapa komunitas seni diseputaran Kaltim untuk turut tampil sebagai kado hadiah ulang tahun bagi Lanjong. Biasanya acara tersebut dihelat di lapangan bulutangkis teras markas Lanjong di Kramajaya. Kala itu selain menampilkan komposisi musik dari kawan S’Mula, komposisi tari Sangrila, dance-aerobik dari divisi Lanjong Sport dan pertunjukan teater Ning Samuning Karya Ab Asmarandana, LAF#1 juga dimeriahkan oleh pertunjukan kolintang oleh siswa-siswa SDN 011 Tenggarong, pertunjukan teater oleh Teater Yupa Samarinda dan Teater Suara Bontang, pertunjukan musikalisasi puisi oleh Rumpun ilalang Samarinda, Unind Acoustic Tenggarong, serta pertunjukan teater Didin Oeloen Balikpapan. Selama seminggu gedung bulutangkis tersebut dialih fungsikan dan disulap menjadi gedung pertunjukan. Kang Acep Zamzam Noor turut hadir memberikan workshop sastra, juga Kang Iman Soleh hadir sebagai apresiator dan pemateri workshop teater. Tiap harinya tidak kurang 300 penonton memadati gedung Vellyny selama LAF #1 berlangsung.

LAF#2 2011

Dari hasil diskusi internal terkait penyelenggaraan LAF # 1, maka disepakati untuk menjadikan LAF sebagai festival mandiri tidak lagi sebagai ajang perayaan ulang tahun Lanjong. LAF kemudian dimasukkan dalam program tetap dwi tahunan Lanjong. Demi mengantisipasi membludaknya penonton nantinya, maka pelaksanaan berpindah ke gedung bulutangkis Aulia Sport yang daya tampungnya lebih banyak. Edisi kedua LAF kala itu mulai melebarkan sayap. Jangkauan undangannya tidak lagi sebatas kawan seniman dari Kaltim, tapi juga sudah nasional. Bahkan ada dua negara lain yang turut berpartisipasi, yakni jepang dan Amerika Serikat. Belum ada tema tertentu saat itu sebagai sentral dari semua jenis pertunjukan yang dihelat di LAF #1. Ada temu composer muda nusantara, lomba tari kontemporer se-Kalimantan, lomba menggambar dan mewarnai untuk siswa siswi SD, lomba baca puisi untuk anak SD dan umum, temu 12 koreografer, serta temu 11 monologer yang menjadi judul tiap kegiatan. Lomba yang diselenggarakan kala itu hanya lomba menggambar dan mewarnai, serta lomba tari kontemporer. Untuk musikalisasi puisi dan pentas monolog masih dalam format ekshibisi. Saat itu Kang Yusef Muldiyana hadir sebagai
apresiator monolog. Kang Acep kembali hadir sebagian juri lomba baca puisi. Rianto (Dewandaru Dance Company), kawan penari dari Solo yang berkarier di Jepang hadir dan kemudian mengajak beberapa koleganya untuk turut serta. Jadilah Nicole J. Legette (USA), Natsuki Hiroshi, don Keiko (Japan) turut pentas tari kontemporer selain juga memberikan workshop.

LAF#3 2013

La Teater sebagai perwakilan Kalimantan Timur di ajang Festival Teater Indonesia 2012 di Jakarta= menyabet gelar juara umum. Uang pembinaan hadiah yang didapat tersebut kemudian dijadikan modal awal untuk membangun Amphitheater sebagai pemenuhan kebutuhan panggung bagi Lanjong. Tidak saja Amphiteather, kemudian ruang tersebut dijadikan sebagai laboratorium pengembangan pengkaryaan Lanjong dan diberi nama “LADANG BUDAYA”. Bertemakan “Karya Maha di Mahakam”, jadilah LAF#3 kali ini tidak lagi diselenggarakan di gedung bulutangkis melainkan di Ladang budaya (Ladaya). Ada sedikit perubahan dalam format acara LAF #3 kali ini. Selain tari kontemporer, monolog dan musik juga dijadikan lomba. Lomba baca puisi diganti dengan lomba menulis puisi, dan lomba menggambar & mewarnai yang di dua periode LAF sebelumnya selalu ada lantas ditiadakan. Terdapat agenda baru yaitu festival film pendek bekerja sama dengan Japan Foundation.

LAF#4 2015

Berangkat dari gagasan untuk lebih membangun keterlibatan masyarakat lokal pada peristiwaLAF#4, kali ini masyarakat tak lagi sekedar menjadi penonton pertunjukan, tapi mereka juga ikutaktif terlibat dalam pelbagai kegiatan yang diselenggarakan. Tak sekedar ekshibisi dan workshop seni, LAF edisi kali ini juga akan mengadakan festival permainan tradisional serta pameran kulinerkhas Kutai Kartanegara, dimana semua agenda turut melibatkan masyarakat lokal baik itu sebagai penonton sekaligus pelaku kegiatan. Tercatat selama delapan hari penyelenggaraan lebih dari 400 orang terlibat sebagai peserta maupun tamu penampil dalam LAF 2015 kali ini. Bagi peserta lomba diinapkan di rumah pohon, lamin, dan tenda-tenda camping yang didirikan di area outbond Ladaya. Sedang bagi para tamu penampil baik dari dalam maupun luar negeri diinapkan di odah rehat yang tersedia. Sebelas negara saling bertemu, unjuk kebolehan, dan berbaur satu sama lain dalam LAF 2015. Ada Indonesia sebagai tuan rumah, lalu Malaysia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Mexico, lnggris, Hungaria, dan Australia. Indonesia sendiri baik sebagai tamu undangan maupun peserta festival berasal dari berbagai daerah di enam kepulauan. Ada perwakilan dari Aceh, Padang, Lampung, Bangka Belitung, Bali, Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, Trenggalek, Madura, Palu, dan juga Banjarmasin, Berau, Penajam Pasir Utara, Samarinda, Bontang, serta Kutai Kartanegara.
Tiap hari setidaknya 1000 penonton memadati Ladang Budaya dan di malam penutupan kunjungan membludak hingga 2000 orang.

LAF#5 2017

“Sana Sini Seni” hadir sebagai tema dari perhelatan Lanjong Art Festival yang ke-5 kalinya. Berlangsung ditanggal 12 – 20 agustus 2017 di Ladaya. Kampong seni menjadi salah satu atmosfer baru yang hadir di perhelatan Laf 2017. Para peserta festival kemudian ditempatkan di satu area kampong seni ini, dimana selama sepekan mereka tinggal disana, saling berbagi, membangun jejaring dan juga berlatih bersama. Selain itu, konsep sana sini seni juga menjadi spirit festival yang kemudian direpresentasikan dengan mengeksplorasi ruang dan panggung yang ada di Ladaya baik secara kreatif maupun estetik. Seperti karya instalasi yang dikerjakan selama festival oleh perupa dari Australia yang ditempatkan di danau Ladaya, kemudian monolog sebelum tidur di lapangan kampong seni oleh seniman teater, kukuh ‘damai’ prasetyo dan juga banyak peristiwa-peristiwa seni yang tidak semata dilakukan di panggung namun di area lain yang secara kreatif direspon oleh para seniman yang terlibat. Mengunjungi dan bertemu langsung dengan Sultai kerajaan Kutai kartanegara dan menyusuri sungai mahakam dengan kapal juga menjadi agenda yang semakin memperkuat ambience sana sini seni dalam festival ini. Program kompetisi tari kontemporer, musikalisasi puisi dan monolog, serta ekshibisi masih menjadi kekuatan festival yang menarik minat publik dengan terbukti padatnya penonton selama festival berlangsung sepekan di ladaya